Wah sudah lama ya..

Sudah lama aku tidak mengunjungi bloG ku, kangen buat nulis lagi tapi karena kesibukan jadi ga sempat (padahal gak sibuk-sibuk amat deh ūüôā ). Teryata memang sulit menjalani dua rutinitas perlu banyak tenaga buat semua itu. Pertama : Kerja – Pagi pukul 7.30 harus udah ada dikator (ya walaupun kadang-kadang telat, he pizz) terus melakukan rutinitas kerja sampai sore karena jam setenga 5 harus kulih jadi dengan terpaksa harus pulang duluan, he. pulang kerja langsung mandi tru berangkat kuliah (kadang sering ketiduran waktu kuliah, he Dosen i am sory) sampai jam 9 malah, suatu kegitan yang benar-benar memerlukan banyak tenaga. Tapi apapun yang terjadi itu semua harus dilewati dan tetap semanga.

Kaitan Antara Jenggot dan Skill Programming

Haha.. , teryata orang pinter tergantung pada jengotnya juga ya (Saya juga seorang yang memiliki jenggot, mudah-mudahan bisa menjadi salah satu dari mereka,hehee ūüôā ). Artikel ini tidak sengaja saya dapat saat sedang mencari tugas untuk mata kuliah “pemrograman Visual” . Menurut penulis asli artikel ini, si penulis asli ini berpendapat bahwa sukses tidaknya bahasa pemrograman sangat tergantung dari jenggot pembuatnya. Tidak percaya? Coba kita lihat kembali sejarah perkembangan bahasa pemrograman di dunia ini,

Continue reading

Susahnya Jadi Seorang Penulis

Sudah hampir 6 bulan saya buat blog ini tapi belum banyak tulisan yang bisa saya posting. Padahal dikepala sudah banyak ide -ide yang pengen saya tulis tapi masalahnya teryata membuat sebuah tulisan itu SUSAH bangett….. Mungkin semua ini terjadi karena dari dulu saya jarang sekali membuat sebuah karya berupa tulisan tidak tahu kenapa juga ya mungkin karena males, mungkin juga karena tulisan tangan saya juga jelek agak kurang bagus : ). Mungkin ini juga terjadi karena masa lalu saya (mengenang sedikit sejarah masa lalu dulu,hehe).

” Dulu waktu masih duduk di sekolah dasar (SD), saya pernah mendapat tugas dari guru bahasa indonesia untuk membuat sebuah karangan dan harus dikumpulkan 3 hari berikutnya, tugas mulai saya buat dihari pertama, pada malam harinya (ya maksunya biyar cepet kelar dan tidak ada pikiran lagi) tapi apa yang terjadi? Dalam semalam suntuk saya hanya mampu mengerjakan 1 paragraf¬†saja¬†dan itu sudah membuat¬†saya puyeng – puyeng,¬†saya ngerasa membuat sebuah tugas mengarang¬†sama seperti menyelesaikan 50 soal matematika (ya walapun saya tidak jago matematika). “

Dari kejadian itu saya jadi males dengan yang namanya tulis menulis dan hal itu teryata membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan saya. Sampai pada akhinya saat saya harus menyelesaikan Tugas Akhir saya di bangku kuliah. Untuk menyelesaikan laporan tugas akhir saya, saya memelukan waktu hampir 2 bulan untuk membuatnya (uh teryata perbendaharaan tulisan saya tidak banyak).

Tadinya sebelum¬†saya membuat tulisan ini maunya¬†saya menulis sesuatu informasi ya yang berguna lah, tapi ide untuk kata-katanya tidak muncul juga. Dengan penuh kekesalan akhirnya saya memutuskan untuk membuat kategori baru diblog¬†saya yang judulnya “Asam Manis Kehidupan”¬†¬†maunya disini saya isi tulisan unek-unek saya dan akhirnya dengan penuh perjungan¬†jadilah tulisan ini (‘Kalo dipikir-pikir ini kan tulisan juga kok bisa ya saya buat sedemikian banyak,hehe). Maaf buat yang baca tulisan ini kalo-kalo kata-katanya¬†gak nyambung maklum soalnya baru pengen mengubah sejarah jadi baru belajar,heheee SUKSES buat semuanya.

Bloger Vs Roy Suryo

Belakangan, wajah mirip Roy Suryo marak muncul di situs-situs internet di Indonesia yang disusupi dedemit maya. Roy mengklaim pelakunya adalah kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif.

Para blogger tampaknya mulai jengah dengan komentar Roy Suryo yang selalu berpandangan negatif kepada mereka. Roy pun ditantang untuk berdialog secara terbuka dengan para blogger.

Ajakan dialog terbuka tersebut saat ini ramai di-posting di milis-milis dan forum, termasuk detikINET Forum. Isinya, mengajak Roy Suryo melakukan dialog terbuka soal pandangan-pandangan Roy yang selalu memojokkan blogger. Berikut beberapa isi postingannya:

Saya mengajak kepada Sdr. Roy Suryo, untuk melakukan dialog terbuka dengan semangat sportifitas untuk saling menerima masukan guna kemajuan perkembangan teknologi informasi Indonesia khususnya perkembangan blogger di Indonesia.

Saya yakin Sdr. Roy Suryo sebagai orang yang sudah diakui pakar dalam bidang Teknologi Informasi bisa meluangkan waktu dan tempat untuk menerima ajakan dialog terbuka ini.

Melalui dialog tersebut, para blogger juga menyatakan ingin meluruskan informasi-informasi yang diberikan Roy kepada media massa, khususnya mengenai pandangan negatif Roy kepada blogger.<Detiknet.com>

Resep Kejayaan Orang JEpang :)

jepang
Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan ?agak memalukan? di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk ?yang tidak dibutuhkan? oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena ?mengundurkan diri? bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsu****a Electric yang dulu terkenal dengan sebutan ?mane****a? (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsu****a yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsu****a Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. BUDAYA BACA

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa ?1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok?. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan ?rin-gi? adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam ?rin-gi?.

9. MANDIRI

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Anak TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka ?meminjam? uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata ?tidak? untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ?hai? belum tentu ?ya? bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor ?non-teknis? yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

‘Software Pornigrafi melanggar Hukum ?’

Jakarta – Masalah pornografi menjadi salah satu yang disorot dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pemerintah bahkan berencana meluncurkan software untuk memblokir situs porno. Namun, penggunaan software anti pornografi dianggap melanggar hukum.

Hal itu diungkapkan Pakar Internet Onno W. Purbo, melalui e-mail kepada detikINET, Senin (31/3/2008). Menurut Onno, software anti pornografi dianggap melanggar hukum karena konsep kerja software tersebut adalah melakukan intersepsi trafik yang lewat. Intersepsi sendiri, berdasarkan UU ITE Pasal 31, termasuk sebagai tindakan yang melanggar hukum.

Pasal 31, lanjut Onno, nantinya akan menjadi masalah bagi software penyaring konten pornografi. “Teknik intersepsi yang dilakukan oleh software penyaring konten (content filtering) melawan hukum,” tutur Onno.

Cari Kesempatan

Onno juga mengaku khawatir mengenai kemungkinan akan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan isu pornografi untuk menarik keuntungan. Misalnya, akan ada yang mengajukan proyek untuk membuat software penangkal situs porno dengan harga trilyunan, atau ada oknum aparat yang tidak bertanggung jawab yang memeras warnet padahal warnet mungkin tidak sengaja memiliki material pornografi di komputernya.

Onno mengimbau agar pemerintah bertanggung jawab atas proses blocking dan filtering konten porno, judi dan konten bahaya lainnya, karena proses pemblokiran yang efisien hanya dapat dimungkinkan melalui mekanisme saringan terpusat. Mekanisme pemblokiran dapat dilakukan dengan pembentukan suatu badan khusus, sehingga tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda tentang konten porno/judi dan konten berbahaya lainya.

Onno juga mengimbau agar pemerintah melakukan pembinaan yang intensif terhadap seluruh pelaku Teknologi Informasi, dan menjaga agar produk hukum ini tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.